Sepatu Wanita Low Heels, Stylish dan Tanpa Korban


Sepatu wanita hak rendah tidak pernah dituduh mengakibatkan jatuhnya korban seperti high heels dan flat, bahkan sejak abad 16 sudah lebih dulu menjadi sepatu fashion. Meskipun semua sepatu yang memiliki hak diklasifikasikan sebagai high heels, tetapi setiap model memiliki tinggi tumit yang berbeda-beda, sehingga klasifikasi high heels dibagi menjadi tiga, yaitu high heels atau hak tinggi, mid heel atau hak sedang dan low heels atau hak rendah. Sedangkan sebutan hak datar atau flat ditujukan untuk sepatu yang memiliki hak dibawah low heels atau sama sekali tidak memiliki hak.

Disebut high heels apabila sepatu didesain dengan konstruksi pada bagian tumit lebih tinggi dibandingkan dengan telapak kaki bagian depan. Sepatu yang tinggi karena memiliki sol tebal atau platform, tidak termasuk sebagai high heels jika di bagian tumitnya rata seperti sepatu hak datar. Tetapi bila high heels menggunakan platform, maka ketinggiannya bisa mencapai ukuran maksimal.

Apa kelebihan sepatu hak rendah dibandingkan dengan hak tinggi dan hak datar ?

Tak bisa dipungkiri bahwa high heels, terutama Stiletto tetap menjadi primadona sepatu wanita dan prioritas pilihan untuk tampil elegan sekaligus seksi. Tapi juga tak bisa disangkal bahwa Stiletto high heels mengandung resiko paling besar, mulai dari kemungkinan terkilir hingga cedera pada beberapa bagian kaki yang seharusnya bukan untuk menahan beban seluruh badan pemakainya.

Kehadiran chunky heels dan platform yang menunjukkan tanda-tanda akan menjadi trend terutama oleh para pengguna sepatu di kalangan remaja memang menjadi ancaman bagi Stiletto. Tetapi sebaliknya pula justru menempatkan Stiletto high heels pada posisi yang semakin eksklusif. Karena hanya mampu dipakai oleh wanita yang benar-benar menginginkan penampilan optimal dengan menanggung segala resiko.

Sejak kehadiran Stiletto kemudian disusul dengan berbagai style high heels di dunia fashion, kalangan medis menemukan banyak kasus gangguan kesehatan kaki yang disebabkan karena pemakaian high heels. Mulai dari penyebab nyeri mulai dari ujung jari kaki, nyeri lutut kaki, nyeri punggung atas sampai sakit kepala. Bahkan hasil penelitian terakhir memungkinkan untuk menjadikan high heel sebagai “tersangka” yang menyebabkan jatuhnya korban-korban osteoarthritis.

Berdasarkan fakta bahwa high heels menjadi penyebab gangguan kesehatan, tentunya jika dipertentangkan secara diametral, maka sepatu hak datar atau flat adalah sepatu yang paling sehat. Tetapi kenyataannya juga tidak, hasil penelitian yang dilakukan kalangan medis menemukan bahwa sepatu flat yang benar-benar rata dengan permukaan lantai, setiap digunakan melangkah tidak bisa menyerap beban berat tubuh penggunanya secara memadai.

Sepatu flat yang tidak dilengkapi dengan bantalan kaki di bagian tumit itu dapat menyebabkan otot-otot kaki, tulang belakang kaki di bagian bawah, pembuluh darah dan sendi bagian kaki harus menerima beban lebih banyak. Sehingga dalam jangka panjang para pengguna sepatu hak datar beresiko mengalami kram, nyeri otot dan sakit punggung, serta masalah pada persendian lutut.

Meskipun hasil penelitian itu menjadikan sepatu wanita dari jenis high heels sampai ke flat sebagai “tersangka” utama, pada kenyataannya tak pernah ditemukan kenaikan statistik yang mencolok dari para korban sepatu high heels maupun sepatu flat. Karena kedua jenis sepatu tersebut bagi wanita modern tidak secara mutlak difungsikan sebagai alas kaki, melainkan sebagai perangkat fashion.

Karena itu dalam kenyataan sehari-hari tidak pernah kita jumpai seorang wanita yang selalu memakai Stiletto high heels sejak dari bangun tidur, saat sedang  mandi, berangkat bekerja sampai malam harinya masuk kembali ke kamar tidur dengan menggunakan sepatu yang sama. Secara naluriah jika pengguna high heels merasakan sakit pada kakinya, maka dia akan segera mengistirahatkannya, entah dengan cara apa dan kesempatan yang bagaimana.

Sedangkan berdasarkan pertimbangan fashion, tidak berarti bahwa yang namanya sepatu harus selalu dipakai di kaki. Di luar kalangan fashion banyak yang kurang memahami, meskipun sepatu wanita hanya terdiri dari dua jenis, yaitu hak tinggi dan hak datar, tetapi aplikasi model dan stylenya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Masing-masing aplikasi tersebut mempunyai padanan busana yang berbeda-beda untuk ditampilkan pada kesempatan yang berbeda pula.

Lalu bagaimana jenis dan model sepatu wanita yang paling nyaman dan aman, tetapi juga fashioned ?

Pilihan utamanya adalah semua jenis sepatu hak rendah atau Low Heels. Meskipun awalnya tidak pernah dikategorikan dan disebut Low Heels, sepatu jenis ini sudah menjadi sepatu fashion sejak abad 16. Desainnya memang berbeda dengan Low Heels di masa kini karena disesuaikan dengan bahan-bahan sepatu yang ada di masa itu, tetapi unsur-unsur estetikanya masih memancarkan pesona.

Jenis sepatu hak rendah atau low heels memiliki rentang ketinggian hak antara 3,5 Cm sampai 6,35 Cm. Ukuran terendah 3,5 Cm tersebut didasarkan pada ukuran rata-rata terendah dari kebanyakan Kitten Heels, yakni model sepatu yang identik sebagai Low Heels. Kitten Heels dirancang untuk para gadis remaja dengan tujuan agar lebih dulu terbiasa menggunakan hak terendah, sehingga jika  mereka dewasa dan ingin menggunakan sepatu dengan hak yang lebih tinggi tidak akan merasa canggung dan bisa memelihara keseimbangan dengan lebih baik.

Sedangkan batas hak atau heels pada rentang tertinggi 6,35 Cm didasarkan pada kategori yang digunakan oleh Gucci dan Jimmy Choo. Beberapa rumah mode dan desainer memiliki ukuran-ukuran berbeda untuk kategori Low Heels, meskipun tak berselisih banyak. Tinggi hak mulai 6,36 Cm hingga 8,89 Cm merupakan wilayah yang dimiliki jenis sepatu Mid Heels atau Hak Sedang. Selebihnya masuk dalam kategori High Heels.

Sepatu wanita hak rendah atau Low Heels yang didesain dengan model dan style apa pun,  konstruksinya akan selalu berdampak mendistribusikan berat badan pemakainya secara merata ke seluruh telapak kaki. Selain itu Low Heels pada umumnya memiliki kestabilan yang tinggi, sehingga pemakainya dapat melakukan aktivitas lebih beragam tanpa merasa kesulitan dan khawatir kakinya terkilir.

Tingkat kestabilan Low Heels tergantung pada aplikasi modelnya. Heels milik Kitten lebih memerlukan penguasaan keseimbangan dari penggunanya dibandingkan jika menggunakan heels milik Spool. Tetapi jika diaplikasikan dengan heels milik Chungky, tingkat kestabilannya bisa mencapai titik optimal, meskipun di sisi lain aspek fashionnya harus lebih ditekankan pada padanan busana secara keseluruhan.

Tetapi jika Anda bukan termasuk wanita yang terlalu memperhatikan fashion, Low Heels memiliki banyak style dan model yang bisa dipilih untuk mendukung Anda tetap berpenampilan fashioned di setiap kesempatan. Meskipun mungkin tidak optimal, tapi menjamin Anda tidak dianggap ketinggalan jaman.

Jika Anda penyuka fashion, keputusan untuk memilih Low Heels akan berdampak memfokuskan pula pula pilihan busana untuk padanannya. Hal ini juga akan membuat Anda lebih efektif melakukan pilihan dan mengkombinasikan Low Heels untuk mendapatkan efek fashion secara optimal.



Artikel terkait :
High Heels Untuk Betis Besar
Sesuaikan High Heels dengan Kaki Anda, Bukan Sebaliknya
Model Cone Mendominasi Sepatu High Heels

0 komentar:

Poskan Komentar